Entri yang Diunggulkan

KUDEKAP SEKUAT MUNGKIN HAB ke-80 Kemenag RI)

  ​Mengingat Panggilan Sejati  keluarga besar Kementerian Agama! Mari sejenak kita pejamkan mata. Delapan puluh tahun yang lalu, institusi...

Senin, 29 September 2025

Memverifikasi EDM




🔹 Cara Memverifikasi EDM (Evaluasi Diri Madrasah)

Verifikasi EDM biasanya dilakukan oleh pengawas madrasah atau tim Kementerian Agama. Tahapannya:

1. Pemeriksaan Dokumen

Mengecek kelengkapan data input EDM (identitas madrasah, data siswa, guru, sarpras, pembelajaran, dsb.).

Memastikan data sesuai dengan kondisi riil madrasah.

2. Validasi Lapangan

Pengawas/tim melakukan kunjungan ke madrasah

Menyamakan data yang ada di sistem EDM dengan bukti nyata (ruangan kelas, fasilitas, jumlah siswa, kegiatan pembelajaran).

3. Wawancara & Konfirmasi

Mengadakan diskusi dengan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.

Menguji apakah analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan sudah sesuai.

4. Pengesahan

Setelah data diverifikasi, pengawas memberi catatan atau koreksi bila ada yang tidak sesuai.

EDM yang sudah sah bisa dijadikan dasar penyusunan RKM/RKAM (Rencana Kerja Madrasah/Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah).

🔹 Manfaat Verifikasi EDM

1. Data lebih akurat dan terpercaya → sehingga perencanaan madrasah berbasis fakta, bukan asumsi.

2. Meningkatkan kualitas perencanaan → EDM yang valid membantu menyusun program kerja (RKAM) yang realistis.

3. Dasar kebijakan dan pendanaan → hasil verifikasi menjadi acuan Kemenag dalam pembinaan, bantuan, dan program pengembangan madrasah.

4. Meningkatkan akuntabilitas → madrasah lebih transparan karena data sudah diperiksa pihak luar.

5. Penguatan mutu → lewat koreksi dan masukan saat verifikasi, madrasah tahu apa yang harus ditingkatkan.






Senin, 08 September 2025

PENINGKATAN AKHLAK MULIA DAN KETERAMPILAN SISWA

 PENINGKATAN AKHLAK MULIA  DAN KETERAMPILAN SISWA

1. Peningkatan Akhlak Mulia

Akhlak adalah inti dari pendidikan di madrasah. Upaya yang dapat dilakukan:

Teladan guru dan tenaga pendidik: Guru menjadi role model dalam sikap jujur, disiplin, santun, dan bertanggung jawab.

Pembiasaan sehari-hari: Membiasakan salam, senyum, sopan santun, menjaga kebersihan, dan disiplin waktu.

Kegiatan ekstrakurikuler berbasis akhlak: Seperti Rohis (Rohani Islam), kegiatan bakti sosial, santunan anak yatim, dan kegiatan peduli lingkungan.


Penguatan budaya madrasah: Misalnya program “Madrasah Ramah Anak”, “Madrasah Adiwiyata”, atau “Madrasah Religius” yang membangun karakter mulia.

2. Peningkatan Pengamalan Agama

Agar siswa tidak hanya memahami ilmu agama secara teoritis, tetapi juga mengamalkannya, maka perlu:

Pembiasaan ibadah berjamaah: Shalat Dhuha, Dzuhur, dan Ashar berjamaah di madrasah.

Program tahfidz dan tadarus Al-Qur’an: Minimal 1 juz untuk lulusan MA atau sesuai kemampuan.

Pengamalan sunnah Nabi: Seperti shalat sunnah, puasa Senin-Kamis, adab makan dan tidur.

Peringatan hari besar Islam (PHBI): Menjadi media internalisasi nilai keagamaan.

Praktik dakwah dan khutbah: Melatih siswa menyampaikan pesan Islam dengan benar dan santun.

3. Peningkatan Keterampilan

Siswa MA juga dituntut siap menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu keterampilan yang harus dikembangkan mencakup:

Keterampilan akademik: Melalui olimpiade sains, debat, karya tulis ilmiah, riset sederhana, dan literasi digital.

Keterampilan vokasional: Pelatihan kewirausahaan, komputer, desain grafis, tata boga, keterampilan tangan, atau keterampilan berbasis teknologi.

Keterampilan sosial: Melalui kegiatan OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah), Pramuka, Paskibra, dan organisasi ekstrakurikuler lainnya.

Keterampilan hidup (life skills): Kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, problem solving, dan manajemen waktu.

Kesimpulan

Peningkatan akhlak mulia, pengamalan agama, dan keterampilan siswa MA harus dilakukan secara seimbang. Madrasah bukan hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, taat beragama, dan siap bersaing di dunia nyata.


PENGERTIAN OMI DI MADRASAH

 



1. Pengertian OMI


Olimpiade Madrasah (OMI) adalah ajang kompetisi akademik dan non-akademik yang diselenggarakan di lingkungan madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Kegiatan ini merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas peserta didik, mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta menumbuhkan semangat berprestasi sesuai dengan nilai-nilai Islam.

2. Maksud OMI

Tujuan utama atau maksud pelaksanaan OMI di madrasah adalah:

Mengembangkan potensi siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, olahraga, dan keagamaan.

Menumbuhkan budaya kompetisi sehat dan semangat berprestasi di kalangan siswa madrasah.

Mendorong kualitas pendidikan madrasah, sehingga madrasah tidak hanya unggul di bidang agama, tetapi juga akademik dan keterampilan.

Menjadi wahana pembinaan karakter, melatih sportivitas, kerja keras, disiplin, serta nilai ukhuwah Islamiyah.

Mempersiapkan generasi unggul yang dapat berkompetisi di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

3. Pelaksanaan OMI

Pelaksanaan OMI biasanya dilakukan secara berjenjang dan terstruktur:

1. Tingkat Madrasah

Seleksi awal dilaksanakan di masing-masing madrasah untuk menentukan siswa terbaik yang akan mewakili madrasah.

2. Tingkat Kecamatan/Kabupaten/Kota

Peserta dari berbagai madrasah bertanding, baik secara individual maupun beregu, sesuai bidang lomba.

3. Tingkat Provinsi

Pemenang dari kabupaten/kota berkompetisi mewakili daerahnya.

4. Tingkat Nasional

Madrasah terbaik dari seluruh provinsi akan bertemu dalam ajang OMI nasional yang biasanya diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.





Bidang yang dilombakan bervariasi, meliputi:


Akademik: Matematika, Sains, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dll.


Keagamaan: Musabaqah Tilawatil Qur’an, Tahfidz, Kaligrafi, Fahmil Qur’an.


Non-akademik: Seni, olahraga, keterampilan, karya ilmiah, dan inovasi.




---


📌 Kesimpulan:

OMI adalah ajang bergengsi bagi madrasah untuk menunjukkan kualitas peserta didiknya. Dengan adanya OMI, madrasah berperan aktif dalam mencetak generasi Islami yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia.