Entri yang Diunggulkan

Menyambut Ramadhan

  KHUTBAH PERTAMA   الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بَلَّغَنَا مَشَارِفَ شَهْرِ رَمَضَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَ...

Kamis, 12 Februari 2026

Menyambut Ramadhan

 

KHUTBAH PERTAMA

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بَلَّغَنَا مَشَارِفَ شَهْرِ رَمَضَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT, yang dengan kasih sayang-Nya masih meminjamkan kita napas hingga hari ini. Tak lama lagi, seorang tamu agung akan mengetuk pintu rumah kita. Ia adalah Ramadhan.

 

Sebuah Kisah: Mahalnya Harga Satu Ramadhan

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita renungkan sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Thalhah bin Ubaidillah RA.

 

Dahulu, ada dua orang pria dari kabilah Bali yang datang menghadap Rasulullah SAW dan memeluk Islam bersama-sama. Pria yang pertama sangat bersemangat dalam jihad, hingga akhirnya ia gugur sebagai syahid di medan perang. Sedangkan pria kedua wafat satu tahun kemudian di atas tempat tidurnya secara wajar.

 

Thalhah bin Ubaidillah bermimpi melihat keduanya di depan pintu surga. Namun yang mengejutkan, pria yang wafat belakangan justru dipanggil masuk ke surga terlebih dahulu sebelum sang syahid. Thalhah pun heran dan bertanya kepada Rasulullah SAW.

 

Rasulullah SAW menjawab dengan tegas namun sejuk:

 

أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً صَلاةَ السَّنَةِ؟

"Bukankah orang ini masih hidup satu tahun setelahnya? Bukankah ia masih mendapati satu kali Ramadhan lagi dan berpuasa? Bukankah ia telah sujud sekian ribu rakaat dalam setahun?" (HR. Ahmad)

 

Jamaah sekalian, kisah ini membakar semangat kita: Bahwa satu kali Ramadhan yang dilakukan dengan benar, mampu mengangkat derajat seseorang melampaui derajat seorang syahid yang tidak mendapati Ramadhan tersebut. Maka, jangan anggap remeh kesempatan ini!

 

1. Bakar Semangat dengan Ilmu dan Niat

Tegas kita katakan: Ibadah tanpa ilmu adalah kesia-siaan. Jangan sampai kita memasuki Ramadhan hanya berbekal "ikut-ikutan". Pahami kembali fiqih puasa. Pahami apa yang membatalkan pahala, bukan sekadar yang membatalkan puasa. Dan perbaharui niat karena Allah, bukan karena tradisi.

 

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan pahamkan ia dalam urusan agamanya." (HR. Bukhari & Muslim)

 

2. Sucikan Diri, Putuskan Rantai Kemaksiatan

Ramadhan adalah momentum untuk tegas memutus rantai maksiat. Bagaimana mungkin rahmat Allah masuk ke hati yang masih digembok oleh kebencian dan dosa yang terus diulang? Jika selama ini kita terbiasa berdusta, putuskan! Jika tangan ini masih ringan mengambil yang bukan haknya, hentikan!

 

Allah SWT berfirman:

وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)

 

3. Lakukan Pemanasan (Warming Up)

Seorang atlet tidak akan lari maraton tanpa pemanasan. Maka lakukanlah pemanasan sekarang. Mulailah mencicil tilawah, mulailah membiasakan bangun malam, agar ketika Ramadhan tiba, jiwa kita sudah "panas" dan siap melesat menjemput ridha-Nya.

 

Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja seolah ia hanya tamu yang lewat. Ingatlah, bagi pria dalam kisah tadi, satu Ramadhan ekstra telah mengubah timbangan amalnya secara dahsyat di hadapan Allah.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 

Jamaah yang dirahmati Allah,

 

Marilah kita berdoa dengan hati yang merendah. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk memutus segala keburukan sebelum fajar Ramadhan menyingsing. Mari kita jemput Ramadhan dengan kegembiraan ilmu dan ketegasan niat.

 

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، اَللّٰهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، اَللّٰهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ.

اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤءِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar