surpey lingkungan Belajar
Indikator Sekolah Ramah Anak (SRA) dikembangkan untuk mengukur pencapaian sekolah dalam memenuhi hak-hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi mereka. Berikut adalah beberapa indikator utama SRA:
1. Kebijakan Sekolah Ramah Anak
* Adanya kebijakan tertulis yang jelas dan komprehensif tentang perlindungan anak, pencegahan kekerasan, dan inklusi.
* Kebijakan tersebut disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, staf, dan orang tua.
* Adanya mekanisme pengaduan dan penanganan kasus kekerasan atau diskriminasi.
2. Pelaksanaan Kurikulum
* Kurikulum yang berpusat pada anak, memperhatikan kebutuhan dan minat mereka.
* Metode pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
* Pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai luhur.
3. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak-Hak Anak
* Guru dan staf memiliki pemahaman yang baik tentang hak-hak anak dan prinsip-prinsip SRA.
* Mereka dilatih untuk menerapkan metode pembelajaran yang ramah anak dan menangani kasus kekerasan atau diskriminasi.
* Guru bisa memahami dunia anak, dan mampu mendekati anak dengan tepat.
4. Sarana dan Prasarana SRA
* Lingkungan sekolah yang aman, bersih, dan sehat.
* Fasilitas yang ramah anak, seperti toilet yang bersih, ruang bermain, dan perpustakaan.
* Aksesibilitas bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
5. Partisipasi Anak
* Anak-anak dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan sekolah mereka.
* Adanya wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka.
* Anak-anak merasa dihargai dan dihormati.
6. Partisipasi Warga di Luar Sekolah
* Keterlibatan orang tua, organisasi masyarakat, dan pihak-pihak lain dalam mendukung SRA.
* Kerja sama dengan pihak kepolisian dan lembaga perlindungan anak dalam menangani kasus kekerasan.
* Adanya peran serta masyarakat, dan para alumni.
Ciri-ciri Sekolah Ramah Anak
* Budaya anti kekerasan dan anti-perundungan.
* Tidak ada diskriminasi.
* Lingkungan belajar yang menyenangkan.
* Penghargaan terhadap keberagaman.
Dengan menerapkan indikator-indikator ini, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak secara optimal.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar