Entri yang Diunggulkan

KUDEKAP SEKUAT MUNGKIN HAB ke-80 Kemenag RI)

  ​Mengingat Panggilan Sejati  keluarga besar Kementerian Agama! Mari sejenak kita pejamkan mata. Delapan puluh tahun yang lalu, institusi...

Selasa, 26 Agustus 2025

BIBIT YANG KOKOH

 



Siapkan Bibit yang Kokoh Sebelum Turun Hujan

Hidup ini seperti bertani. Kita ingin hasil yang baik, panen yang melimpah, dan buah yang manis. Namun, semua itu tidak akan mungkin tercapai bila kita tidak menyiapkan bibit yang kuat sejak awal.

Sama seperti dalam kehidupan:

Bibit itu adalah ilmu, iman, niat, dan tekad.

Hujan adalah kesempatan dan ujian yang datang tanpa kita duga.

Tanah adalah lingkungan tempat kita bertumbuh.

Jika bibit yang kita tanam lemah, meski hujan turun deras, ia akan mudah layu. Tapi bila bibit kita kokoh, maka hujan justru menjadi penyubur yang membuatnya tumbuh lebih kuat dan berbuah lebat.

Karena itu, sebelum datangnya hujan—sebelum datang kesempatan, tantangan, bahkan ujian hidup—persiapkanlah dirimu dengan baik.

Siapkan ilmu sebelum bekerja.

Siapkan iman sebelum diuji cobaan.

Siapkan mental sebelum menghadapi perjalanan panjang.

Siapkan karakter sebelum mendapat kedudukan.

Hujan bisa turun kapan saja, dan hanya mereka yang menanam dengan bibit kokoh yang akan memetik hasil terbai

Rabu, 20 Agustus 2025

Penerapan Kurikulum Cinta

 Lewati ke olah.

PROFIL LULUSAN MADRASAH DALAM KURIKULUM CINTA


 👍. Dalam Kurikulum Cinta, profil lulusan madrasah yang diharapkan bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang lembut, berakhlak mulia, dan menebarkan kebaikan. Berikut gambaran profil lulusan madrasah berbasis Kurikulum Cinta:

🌿 Profil Lulusan Madrasah dalam Kurikulum Cinta

1. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya

Taat menjalankan ibadah wajib dan sunnah.

Menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup.

Menumbuhkan rasa syukur dan sabar dalam kehidupan sehari-hari.

2. Cinta kepada Diri Sendiri

Mampu menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Memiliki kepercayaan diri yang positif, tanpa sombong.

Menjaga kehormatan diri dan menjauhi perbuatan tercela.

3. Cinta kepada Sesama Manusia

Berakhlak mulia: jujur, amanah, adil, rendah hati, santun.

Menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan persaudaraan.

Senang menolong dan peduli terhadap yang lemah dan membutuhkan.

4. Cinta kepada Ilmu

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Mampu berpikir kritis, kreatif, dan solutif.

Mengamalkan ilmu untuk kebaikan umat dan lingkungan.

5. Cinta kepada Lingkungan

Menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Menerapkan prinsip hemat energi dan ramah lingkungan.

Memandang alam sebagai ayat-ayat kauniyah yang menunjukkan kebesaran Allah.

6. Cinta kepada Tanah Air

Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan identitas bangsa.

Siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa dengan akhlak mulia.

🌟 Ciri Utama Lulusan Kurikulum Cinta

1. Beriman dan bertakwa → Menjadikan cinta kepada Allah sebagai dasar hidup.

2. Berakhlak mulia → Menjadi teladan di keluarga, madrasah, dan masyarakat.

3. Berilmu dan berdaya guna → Menguasai pengetahuan, teknologi, dan keterampilan.

4. Berhati lembut dan peduli → Menjadi insan rahmatan lil ‘alamin.

5. Berkarakter cinta → Cinta pada Allah, diri, sesama, ilmu, lingkungan, dan tanah air.

👉 Dengan profil ini, lulusan madrasah bukan hanya pintar, tetapi juga membawa kedamaian dan keberkahan di mana pun mereka berada.

Senin, 18 Agustus 2025

STRATEGI MEWUJUDKAN BUDAYA MUTU DI MADRASAH

STRATEGI MEWUJUDKAN BUDAYA MUTU DI MADRASAH

1. Kepemimpinan Visioner dan Teladan

Kepala madrasah menetapkan visi, misi, serta tujuan yang jelas.

Menjadi contoh dalam disiplin, integritas, dan etos kerja.

Mampu menggerakkan seluruh warga madrasah menuju mutu bersama.

2. Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan

Mengadakan pelatihan, workshop, MGMP/KKG, dan sharing best practice.

Memotivasi guru untuk berinovasi dalam metode pembelajaran.

Mendorong tenaga kependidikan bekerja profesional dan akuntabel.

Guru berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing spiritual dan motivator siswa/Guru Asuh (siswa secara merata ke seluruh guru)

3. Peningkatan Mutu Pembelajaran

Mengoptimalkan implementasi kurikulum secara kreatif.

Memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.

Menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), pembelajaran aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

4. Penanaman Nilai-nilai Islami dan Karakter

Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap kegiatan madrasah.

Membiasakan siswa beribadah ( shalat dhuha bersama dan salat dhuhur berjama’ah), disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Mengembangkan program tahfidz (ayat-ayat pilihan atau juz 30), hafalan hadits, kajian keislaman, dan kegiatan ekstrakurikuler yang bernilai/ Islami.

Menumbuhkan kebiasaan “kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja tuntas”.

Mendorong semua guru menjadi teladan dan sebagai guru asuh pada peserta didik .

5. Manajemen dan Tata Kelola Madrasah yang Efektif

Administrasi yang tertib, transparan, dan berbasis IT.

Pengelolaan keuangan yang akuntabel.

Penyediaan sarana prasarana yang menunjang pembelajaran.

6. Budaya Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Mengadakan monitoring dan evaluasi rutin terhadap pembelajaran, kegiatan, dan layanan.

Menindaklanjuti hasil evaluasi dengan program perbaikan.

Melakukan inovasi sesuai kebutuhan perkembangan zaman.

7. Penguatan Hubungan dengan Stakeholder

Melibatkan orang tua, komite, alumni, dan masyarakat dalam pengembangan madrasah.

Membangun jejaring dengan lembaga pendidikan lain, perguruan tinggi, maupun instansi pemerintah.

Meningkatkan citra madrasah melalui kegiatan sosial, prestasi, dan pelayanan prima.

8. Menciptakan Lingkungan Madrasah yang Religius, Bersih, dan Nyaman

Menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan, (ada tulisan” Kebersihan cerminan daripada iman).

Membentuk suasana religius melalui pembiasaan ibadah dan akhlak mulia.

Menciptakan lingkungan belajar yang sehat, ramah, dan inspiratif.

 Kesimpulan:

Strategi mewujudkan budaya mutu di madrasah bukan hanya tanggung jawab kepala madrasah, tetapi juga seluruh guru, siswa, tenaga kependidikan, serta dukungan masyarakat. Dengan kepemimpinan visioner, pembelajaran berkualitas, tata kelola efektif, dan evaluasi berkelanjutan, madrasah dapat menjadi lembaga pendidikan yang unggul, Islami, dan berdaya saing.

NB. Dihafal oleh setiap guru


Budaya Mutu di Madrasah

 


Pengertian budaya mutu di madrasah adalah suatu pola pikir, sikap, kebiasaan, serta perilaku seluruh warga madrasah (kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan komite) yang secara konsisten berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dengan kata lain, budaya mutu merupakan kebiasaan bersama yang tumbuh dari kesadaran bahwa setiap aktivitas di madrasah harus dilakukan dengan standar terbaik, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang unggul.

Unsur utama budaya mutu di madrasah:

1. Komitmen bersama – semua pihak memiliki tekad untuk meningkatkan kualitas.

2. Kedisiplinan – menjaga keteraturan, ketertiban, dan konsistensi dalam bekerja.

3. Kerja sama – adanya kolaborasi antarwarga madrasah.

4. Inovasi dan perbaikan berkelanjutan – terbuka pada perubahan demi mutu.

5. Orientasi pada kepuasan peserta didik dan masyarakat – layanan pendidikan yang bermutu.

Intinya:

Budaya mutu di madrasah bukan hanya sekadar aturan tertulis, tetapi sudah menjadi nilai, kebiasaan, dan karakter kelembagaan yang mengarahkan setiap kegiatan pada peningkatan mutu pendidikan.


Sabtu, 16 Agustus 2025

KULTUR BUDAYA MUTU DI MADRASAH

 

Kultur budaya di madrasah merujuk pada nilai-nilai, kebiasaan, norma, dan sikap yang tertanam dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga madrasah, baik guru, siswa, maupun tenaga kependidikan. Kultur ini menjadi dasar pembentukan karakter dan jati diri madrasah serta mendukung tercapainya visi dan misi lembaga pendidikan Islam tersebut.

Berikut adalah unsur-unsur penting dalam kultur budaya madrasah:


🕌 1. Nilai-Nilai Keislaman

  • Salam, Senyum, Sapa (3S) dalam interaksi harian.
  • Shalat berjamaah (Dzuhur/ Ashar) di lingkungan madrasah.
  • Pembiasaan doa sebelum dan sesudah belajar.
  • Peringatan hari besar Islam dan kegiatan keagamaan lainnya.

 2. Disiplin dan Tanggung Jawab

  • Tepat waktu datang dan pulang.
  • Mematuhi tata tertib madrasah.
  • Menyelesaikan tugas sekolah dengan jujur dan mandiri.

 3. Gotong Royong dan Kekeluargaan

  • Budaya tolong-menolong antarsiswa dan antarwarga madrasah.
  • Kerja bakti menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
  • Membangun solidaritas melalui kegiatan bersama (ekskul, class meeting, peringatan hari besar nasional & agama).

 4. Prestasi dan Inovasi

  • Mendorong siswa dan guru untuk terus berkarya dan berprestasi.
  • Mengembangkan budaya literasi, riset, dan kompetisi ilmiah.
  • Penggunaan teknologi dalam pembelajaran secara bijak.

 5. Lingkungan yang Bersih dan Nyaman

  • Kebersihan menjadi tanggung jawab bersama.
  • Program “Madrasah Adiwiyata” atau gerakan peduli lingkungan.
  • Taman, kantin sehat, dan fasilitas yang mendukung suasana belajar yang positif.

 6. Keteladanan Guru dan Tenaga Pendidik

  • Guru menjadi role model dalam akhlak dan profesionalisme.
  • Menjalin hubungan komunikatif dan terbuka dengan siswa dan orang tua.

 7. Integritas dan Kejujuran

  • Membiasakan siswa berkata dan bertindak jujur.
  • Penolakan terhadap segala bentuk kecurangan, seperti menyontek.

 Tujuan Kultur Budaya Madrasah

  • Membangun karakter Islami yang kuat.
  • Menciptakan suasana belajar yang kondusif.
  • Menghasilkan lulusan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Top of Form

Selasa, 12 Agustus 2025

IMPLEMENTASI KURIKULUM CINTA DI MADRASAH

 implementasi Kurikulum Cinta di madrasah—yaitu sebuah pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian sebagai dasar pembentukan akhlak dan budaya belajar.

1. Konsep Dasar Kurikulum Cinta

Kurikulum Cinta bukan mengganti kurikulum nasional, tetapi mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam:

Cinta kepada Allah (melalui ibadah, syukur, dan menjaga amanah-Nya).

Cinta kepada sesama manusia (dengan empati, tolong-menolong, menghargai perbedaan).

Cinta kepada ilmu (dengan semangat belajar, rasa ingin tahu).

Cinta kepada lingkungan (dengan menjaga kebersihan, kelestarian).

Cinta kepada tanah air (nasionalisme, persatuan).

2. Landasan Penerapan di Madrasah

Pendidikan karakter dalam UU Sisdiknas & PP 55/2007.

Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin.

Prinsip rahmatan lil ‘alamin sebagai inti pendidikan Islam

3. Strategi Implementasi

A. Integrasi dalam Kurikulum

Intrakurikuler: guru mengaitkan materi dengan pesan cinta, misalnya Fiqih → tolong-menolong; Matematika → kejujuran dalam hitung; Bahasa Arab → menghargai bahasa sebagai warisan.

Kokurikuler: projek P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin) dengan tema toleransi, gotong-royong, kepedulian sosial.

Ekstrakurikuler: rohis, pramuka, bakti sosial, seni islami.

B. Kegiatan Harian

Senyum, salam, sapa di gerbang sekolah.

Sholat dhuha & dzikir bersama

Program “1 hari 1 kebaikan” (misalnya membantu teman, merapikan kelas).

C. Pembiasaan dan Budaya Madrasah

Program “Madrasah Ramah Anak dan Ramah Hati”.

Sudut literasi dengan buku-buku inspiratif tentang cinta & kebaikan.

Penghargaan siswa yang menunjukkan sikap kasih sayang, misalnya “Sahabat Terbaik Bulan Ini”.

4. Contoh Program Nyata

Program Deskripsi Tujuan

Salam Cinta Pagi Guru & siswa saling menyapa dengan doa Menciptakan suasana positif

Jumat Berbagi Siswa membawa makanan untuk dibagikan ke warga sekitar Menumbuhkan empati

Green Love Madrasah Menanam dan merawat tanaman di halaman Cinta lingkungan

Surat untuk Orang Tua Siswa menulis surat berterima kasih kepada orang tua Memperkuat cinta keluarga

5. Evaluasi Implementasi

Observasi sikap oleh guru wali kelas.

Refleksi mingguan: siswa menulis pengalaman kebaikan yang dilakukan.

Kuesioner untuk mengukur perubahan perilaku.

Dokumentasi foto/video kegiatan sebagai bukti program berjalan.