Kultur budaya di madrasah merujuk pada nilai-nilai,
kebiasaan, norma, dan sikap yang tertanam dan dijalankan dalam kehidupan
sehari-hari seluruh warga madrasah, baik guru, siswa, maupun tenaga
kependidikan. Kultur ini menjadi dasar pembentukan karakter dan jati diri
madrasah serta mendukung tercapainya visi dan misi lembaga pendidikan Islam
tersebut.
Berikut adalah unsur-unsur penting dalam kultur budaya
madrasah:
🕌 1. Nilai-Nilai
Keislaman
- Salam,
Senyum, Sapa (3S) dalam interaksi harian.
- Shalat
berjamaah (Dzuhur/ Ashar) di lingkungan madrasah.
- Pembiasaan
doa sebelum dan sesudah belajar.
- Peringatan
hari besar Islam dan kegiatan keagamaan lainnya.
2. Disiplin dan
Tanggung Jawab
- Tepat
waktu datang dan pulang.
- Mematuhi
tata tertib madrasah.
- Menyelesaikan
tugas sekolah dengan jujur dan mandiri.
3. Gotong Royong
dan Kekeluargaan
- Budaya
tolong-menolong antarsiswa dan antarwarga madrasah.
- Kerja
bakti menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
- Membangun
solidaritas melalui kegiatan bersama (ekskul, class meeting, peringatan
hari besar nasional & agama).
4. Prestasi dan
Inovasi
- Mendorong
siswa dan guru untuk terus berkarya dan berprestasi.
- Mengembangkan
budaya literasi, riset, dan kompetisi ilmiah.
- Penggunaan
teknologi dalam pembelajaran secara bijak.
5. Lingkungan yang
Bersih dan Nyaman
- Kebersihan
menjadi tanggung jawab bersama.
- Program
“Madrasah Adiwiyata” atau gerakan peduli lingkungan.
- Taman,
kantin sehat, dan fasilitas yang mendukung suasana belajar yang positif.
6. Keteladanan
Guru dan Tenaga Pendidik
- Guru
menjadi role model dalam akhlak dan profesionalisme.
- Menjalin
hubungan komunikatif dan terbuka dengan siswa dan orang tua.
7. Integritas dan
Kejujuran
- Membiasakan
siswa berkata dan bertindak jujur.
- Penolakan
terhadap segala bentuk kecurangan, seperti menyontek.
Tujuan Kultur
Budaya Madrasah
- Membangun
karakter Islami yang kuat.
- Menciptakan
suasana belajar yang kondusif.
- Menghasilkan
lulusan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar