Arah Kurikulum Berbasis Cinta pada dasarnya mengacu pada membangun proses pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap kemanusiaan sebagai inti pembelajaran, sambil tetap menjaga tujuan akademik dan karakter.
Berikut arah utamanya:
1. Menumbuhkan Nilai Kemanusiaan
Mengarahkan pembelajaran untuk membentuk peserta didik yang menghargai kehidupan, keberagaman, dan martabat sesama.
Mengintegrasikan materi yang mengajarkan kepedulian, kejujuran, dan tolong-menolong.
2. Menguatkan Ikatan Guru–Siswa
Guru menjadi teladan yang hangat dan suportif, bukan sekadar pengajar materi.
Menekankan komunikasi penuh empati dan penghargaan terhadap perbedaan kemampuan belajar.
3. Pembelajaran Berbasis Pengalaman
Aktivitas belajar dirancang agar siswa terlibat secara emosional, sosial, dan intelektual.
Melibatkan proyek kolaboratif yang menumbuhkan rasa saling membantu
4. Integrasi Nilai Spiritual
Menanamkan kesadaran bahwa belajar adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Tuhan.
Menyisipkan nilai cinta kepada Sang Pencipta, ciptaan-Nya, dan alam semesta.
5. Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
Menciptakan ruang belajar bebas dari kekerasan verbal maupun fisik.
Mendorong suasana inklusif, ramah, dan menghargai pendapat semua pihak.
6. Mengasah Kecerdasan Emosional
Melatih empati, pengendalian diri, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai.
Memberikan porsi waktu untuk refleksi diri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar